Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak hanya menjadi wadah pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga sarana pelestarian budaya lokal. Artikel ini mengulas partisipasi mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dalam kegiatan Kirab Budaya yang diselenggarakan di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Keterlibatan mahasiswa dalam kirab tidak hanya sebagai peserta pasif, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam merancang, mendokumentasikan, dan mempromosikan nilai-nilai budaya lokal. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pendidikan tinggi dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya.
Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa. Salah satu bentuk ekspresi budaya tersebut adalah kirab budaya, yaitu prosesi atau arak-arakan yang mengandung makna filosofis, religius, serta sosial yang kuat. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, kirab budaya terancam kehilangan eksistensinya jika tidak diwariskan dan diperkenalkan kepada generasi muda.
Kecamatan Tuntang, sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Semarang, memiliki tradisi kirab budaya yang digelar rutin sebagai bagian dari perayaan adat dan keagamaan. Melalui kegiatan KKN Tematik, mahasiswa UPGRIS berkesempatan terlibat dalam kegiatan ini, sekaligus belajar langsung tentang nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Bentuk Keterlibatan Mahasiswa KKN UPGRIS
Mahasiswa yang tergabung dalam KKN UPGRIS di Kecamatan Tuntang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kegiatan kirab budaya. Bentuk partisipasi mereka meliputi:
-
Persiapan Acara
Mahasiswa membantu panitia lokal dalam menyiapkan kostum, perlengkapan kirab, serta rute perjalanan. Mereka juga berperan dalam merancang poster dan publikasi digital untuk menarik perhatian masyarakat.
-
Kehadiran sebagai Peserta
Mahasiswa ikut serta dalam barisan kirab, mengenakan pakaian adat, membawa properti budaya, hingga menampilkan atraksi seni seperti tarian tradisional dan musik gamelan.
-
Pendokumentasian Kegiatan
Melalui video, fotografi, dan penulisan artikel, mahasiswa mendokumentasikan kirab budaya sebagai arsip dan bahan publikasi di media sosial, dengan tujuan memperluas jangkauan informasi dan menarik minat generasi muda terhadap budaya lokal.
- Edukasi Budaya
Mahasiswa juga mengadakan diskusi terbuka dan edukasi ringan kepada anak-anak dan remaja desa terkait makna simbolik dalam kirab budaya, seperti arti sesajen, kostum, hingga urutan barisan kirab.
Kegiatan ini membawa dampak positif, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat:
-
Bagi Mahasiswa:
Mereka mendapat pengalaman langsung dalam pelestarian budaya, meningkatkan empati sosial, serta memahami peran intelektual muda dalam pembangunan berbasis kearifan lokal.
-
Bagi Masyarakat:
Kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru, membantu regenerasi dalam pelestarian tradisi, serta menciptakan dokumentasi dan publikasi yang sebelumnya belum maksimal dilakukan oleh warga setempat.
Partisipasi mahasiswa KKN UPGRIS dalam kirab budaya di Kecamatan Tuntang bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga merupakan kontribusi nyata dalam pelestarian kearifan lokal. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas para budayawan, tetapi tanggung jawab bersama, termasuk kalangan akademisi muda. Diharapkan, sinergi antara KKN dan kegiatan budaya seperti ini dapat terus ditingkatkan di masa depan sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa.