Tuntang, 21 September 2025. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat lokal. Di era pascapandemi dan menuju ekonomi digital, UMKM dituntut untuk terus berkembang agar mampu bersaing dan berinovasi. Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berperan aktif dalam mendorong pemberdayaan pelaku UMKM melalui kegiatan Expo UMKM Tingkat Kecamatan Tuntang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja KKN yang bertujuan tidak hanya sebagai ajang promosi produk lokal, tetapi juga sebagai upaya membangun konektivitas antara pelaku usaha, konsumen, serta pemangku kepentingan lainnya. Expo UMKM ini menjadi bentuk nyata sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah dalam memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
Pelaksanaan Expo UMKM yang digagas dalam rangkaian KKN UPGRIS di Kecamatan Tuntang memiliki beberapa tujuan utama:
- Mempromosikan Produk Lokal
- Meningkatkan Daya Saing UMKM
- Membangun Jaringan dan Kemitraan Usaha
- Meningkatkan Literasi Bisnis dan Kewirausahaan
- Meningkatkan Literasi Bisnis dan Kewirausahaan
Kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa sinergi antara mahasiswa KKN dan masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan ekonomi lokal. Mahasiswa berperan sebagai pendamping dan inovator, sementara masyarakat sebagai pelaku utama yang menjalankan usahanya secara mandiri namun terarah.
Tak hanya berdampak ekonomi, Expo UMKM juga memperkuat interaksi sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan antarwarga. Dalam proses persiapan dan pelaksanaan expo, kolaborasi lintas elemen masyarakat berjalan efektif — mulai dari perangkat desa, pelaku usaha, pemuda karang taruna, hingga kelompok ibu-ibu penggerak UMKM.
Expo UMKM Tingkat Kecamatan Tuntang yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 37 telah menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat yang inspiratif dan berdampak. Kegiatan ini tidak hanya memberikan ruang promosi bagi UMKM lokal, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui edukasi dan jejaring.
Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala, dengan dukungan lebih luas dari pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing tinggi.