Tlogo, Tuntang. 22 - 23 September2025. Kegiatan mengajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 37 yang bertempat di Desa Tlogo, Kecamatan Tuntang. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek pengajaran, tetapi juga pada pembinaan karakter, stimulasi kecerdasan, dan penguatan interaksi sosial. Artikel ini membahas tujuan utama dari program mengajar di PAUD, serta peran mahasiswa dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini secara holistik. Melalui sinergi antara mahasiswa, guru, dan masyarakat, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pendidikan dasar serta meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya pendidikan usia dini.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi karakter, kecerdasan, dan kepribadian anak. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa diberi ruang untuk turut berperan aktif dalam mendukung pendidikan dasar di lingkungan masyarakat. Di Desa Tlogo, Kecamatan Tuntang, keterlibatan mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 37 dalam kegiatan mengajar di PAUD menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia sejak usia dini.
Tujuan Mengajar di PAUD (Program Kerja KKN); Kegiatan mengajar di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) merupakan salah satu program kerja (proker) KKN yang bertujuan untuk mendukung perkembangan pendidikan anak usia dini di desa. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengajaran, tetapi juga pembinaan karakter dan stimulasi kecerdasan anak secara menyeluruh sesuai tahap perkembangannya.
- Meningkatkan Minat dan Semangat Belajar Anak Usia Dini
- Mendukung Tumbuh Kembang Anak Secara Holistik
- Membantu Guru PAUD dalam Proses Pembelajaran
- Menumbuhkan Kepedulian Mahasiswa terhadap Pendidikan Anak Usia Dini
- Meningkatkan Interaksi Sosial antara Mahasiswa dan Masyarakat
Program mengajar di PAUD sebagai bagian dari kegiatan KKN UPGRIS Kelompok 37 di Desa Tlogo membawa manfaat nyata bagi anak-anak, guru, dan mahasiswa. Melalui pendekatan yang menyeluruh, kegiatan ini mendorong terciptanya lingkungan belajar yang positif dan mendukung pertumbuhan optimal anak usia dini. Di sisi lain, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga yang memperkuat komitmen mereka terhadap dunia pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi ini menjadi contoh praktik baik yang dapat diterapkan di berbagai wilayah dalam rangka mendukung pendidikan anak usia dini di tingkat desa.