Perilaku bullying di lingkungan sekolah dasar sering kali dianggap sebagai hal sepele atau “kenakalan anak-anak,” padahal dampaknya bisa serius terhadap perkembangan emosional, sosial, bahkan prestasi siswa. Dalam rangka mendukung upaya pendidikan karakter dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, mahasiswa KKN UPGRIS melaksanakan program sosialisasi anti-bullying di SDN Tlogo, Kecamatan Tuntang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya saling menghargai, membangun empati, serta menumbuhkan keberanian untuk melawan atau melaporkan tindakan perundungan. Artikel ini membahas strategi pelaksanaan sosialisasi, keterlibatan siswa dan guru, serta dampak program terhadap sikap dan perilaku siswa di sekolah.
Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam pembentukan kepribadian anak sejak usia dini. Salah satu tantangan dalam membangun karakter siswa adalah perilaku bullying—baik fisik, verbal, maupun sosial—yang masih sering terjadi di sekolah dasar. Meski skalanya tidak selalu ekstrem, namun bullying yang dibiarkan dapat menumbuhkan budaya kekerasan dan merusak iklim pendidikan yang seharusnya ramah anak.
SDN Tlogo sebagai sekolah dasar negeri di wilayah pedesaan juga menghadapi tantangan serupa, meski tidak terlihat secara mencolok. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menjadikan sosialisasi anti-bullying sebagai salah satu program kerja prioritas dalam bidang pendidikan karakter.
Tujuan Kegiatan
-
Menumbuhkan kesadaran siswa SD tentang apa itu bullying dan dampaknya.
-
Mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan.
-
Menanamkan nilai-nilai karakter seperti empati, saling menghargai, dan tanggung jawab sosial.
-
Membekali siswa dengan strategi menghadapi dan mencegah bullying.
Program sosialisasi ini mendapat respons yang sangat baik dari siswa maupun guru. Hasil yang dicapai antara lain:
-
Peningkatan pemahaman siswa tentang bullying
Siswa menjadi lebih sadar akan tindakan yang termasuk bullying, dan mulai berani mengidentifikasi serta menolak perilaku tersebut.
-
Meningkatnya empati dan toleransi antar teman
Setelah sosialisasi, siswa menunjukkan perubahan dalam berinteraksi, seperti lebih menghargai teman, tidak mengejek, dan membantu teman yang terlihat kesulitan.
Sosialisasi anti-bullying yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UPGRIS di SDN Tlogo berhasil menjadi bagian penting dari pendidikan karakter siswa. Kegiatan ini tidak hanya mengedukasi siswa tentang bahaya bullying, tetapi juga membentuk sikap positif, meningkatkan empati, serta mempererat hubungan sosial antar siswa.