TUNTANG – Memasuki awal tahun 2026, Desa Tlogo yang terletak di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, menjadi pusat perhatian dengan kehadiran mahasiswa praktikan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Melalui program UNNES GIAT 15, para mahasiswa hadir membawa misi untuk memperkuat potensi desa berbasis pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan.
Pemilihan Desa Tlogo sebagai lokasi KKN bukan tanpa alasan. Desa ini memiliki kekayaan alam dan sektor perkebunan yang melimpah, namun masih memerlukan sentuhan inovasi digital dan manajemen pemasaran yang modern agar produk lokalnya dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Fokus Program Kerja
Sesuai dengan semangat "Membangun Indonesia dari Desa", tim UNNES GIAT 15 di Desa Tlogo mengusung beberapa program unggulan:
Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat
Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh perangkat desa dan warga setempat. Kepala Desa Tlogo berharap kolaborasi ini tidak hanya menjadi penggugur kewajiban akademik bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak nyata (social impact) yang dapat dirasakan meskipun masa KKN telah berakhir.
"Kami sangat terbuka dengan ide-ide segar dari adik-adik mahasiswa. Semoga Desa Tlogo bisa semakin maju, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi untuk kesejahteraan warga," ujar perwakilan perangkat desa saat acara penerimaan mahasiswa.
Dengan semangat konservasi dan bereputasi dunia, UNNES melalui GIAT 15 terus berkomitmen untuk menerjunkan generasi muda yang solutif bagi permasalahan di tengah masyarakat.
By Admin Pemdes Tlogo