TLOGO – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Tlogo Mandiri baru saja melaksanakan panen ternak domba pada 7 Maret 2026. Meski berhasil melepas puluhan ekor ke pasar, laporan pertanggungjawaban periode ini menunjukkan angka kerugian akibat tingginya tingkat mortalitas (kematian) ternak selama masa pemeliharaan.
Kronologi Populasi Ternak
Program ini dimulai pada 14 Desember 2025 dengan total pengadaan awal sebanyak 55 ekor, yang terbagi dalam tiga kategori:
Dinamika Selama Satu Periode
Dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan, unit usaha peternakan ini mengalami dinamika populasi yang cukup signifikan:
-
Kelahiran: Dari lini breeding, sempat lahir 9 ekor cempe (anak domba). Namun, faktor teknis di lapangan mengakibatkan 2 ekor mati, sehingga tersisa 7 ekor cempe.
-
Kematian Fattening: Kendala terbesar terjadi pada sektor penggemukan, di mana sebanyak 8 ekor domba fattening dinyatakan mati.
-
Langkah Penjualan: Untuk menutupi target pasar atau kebutuhan operasional saat panen (40 ekor), pengelola terpaksa mengambil 3 ekor dari stok breeding untuk turut dijual.
Analisis Kerugian
Meskipun terdapat penambahan 7 ekor cempe, hilangnya 8 ekor domba fattening (yang memiliki nilai investasi tinggi) serta penyusutan aset indukan (breeding) membuat neraca keuangan periode ini berada di zona merah. Kematian ternak yang mencapai angka tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen BUMDES.
By Admin Pemdes Tlogo